Series Berita

Seri 2: Digital Storytelling & Culture Curator – Membangun Narasi yang Menggerakkan Dunia

27 July 2025
Oleh: Dian Maulana
8 kali dibaca
Seri 2: Digital Storytelling & Culture Curator – Membangun Narasi yang Menggerakkan Dunia
🧠 Mengapa Storytelling Menjadi “Senjata Rahasia” Bisnis Digital? Di era informasi, kita dibombardir dengan ribuan pesan pemasaran setiap hari. Namun,...

🧠 Mengapa Storytelling Menjadi “Senjata Rahasia” Bisnis Digital?

Di era informasi, kita dibombardir dengan ribuan pesan pemasaran setiap hari. Namun, apa yang membuat sebagian pesan menempel di pikiran, sementara yang lain terlupakan? Jawabannya: cerita.

Penelitian menunjukkan bahwa digital storytelling bukan sekadar strategi pemasaran kreatif, melainkan cara membangun hubungan emosional dengan audiens. Studi oleh Shahrin et al. (2022) menemukan bahwa storytelling yang dipadukan dengan elemen interaktif (teks, audio, visual) dapat meningkatkan engagement dan kepercayaan pelanggan terhadap brand sosial di Malaysia (Shahrin et al., 2022).

Lebih dari itu, storytelling kini digunakan oleh perusahaan untuk mengkomunikasikan identitas budaya mereka — nilai, keyakinan, dan tujuan yang membentuk kepribadian brand. Itulah mengapa peran Digital Storytelling & Culture Curator menjadi penting: mereka adalah “arsitek narasi” yang membentuk citra digital sekaligus menjaga integritas budaya.


🔬 Peran Digital Storytelling & Culture Curator

Mahasiswa Bisnis Digital FEB UNPAS yang menguasai peran ini akan memiliki kompetensi unik:

1️⃣ Menggabungkan Narasi dan Strategi Bisnis
Digital storytelling bukan hanya soal membuat konten menarik. Menurut Parida (2023), storytelling yang memanfaatkan Hero’s Customer Journey dapat meningkatkan akuisisi pelanggan dan retensi, dengan membuat pelanggan merasa menjadi bagian dari cerita brand (Parida, 2023).

2️⃣ Menjaga dan Mengkurasi Budaya dalam Dunia Digital
Setiap brand memiliki DNA budaya yang membentuk identitasnya. Seorang Culture Curator memastikan bahwa nilai-nilai ini terjaga di semua kanal digital, sekaligus memadukan budaya lokal dengan global untuk menciptakan daya tarik unik.

3️⃣ Menggunakan Teknologi Baru untuk Bercerita
Studi terkini menunjukkan bahwa storytelling dengan teknologi seperti augmented reality (AR) menciptakan pengalaman imersif yang mendorong keterlibatan audiens lebih dalam (Mahmoud et al., 2024).


📊 Mengapa Ini Penting bagi Lulusan Bisnis Digital FEB UNPAS?

Di dunia kerja saat ini, perusahaan tidak hanya mencari “pembuat konten,” tetapi pembentuk cerita dan budaya. Dengan kemampuan ini, lulusan Bisnis Digital FEB UNPAS dapat:

✅ Membantu UMKM membangun cerita brand yang autentik untuk menembus pasar digital.
✅ Menjadi konsultan budaya digital untuk perusahaan besar, memastikan nilai dan narasi merek selaras dengan tren global.
✅ Menggunakan storytelling sebagai alat diplomasi budaya, menjembatani kearifan lokal Indonesia dengan audiens internasional.


🏁 Kesimpulan

Digital Storytelling & Culture Curator bukan hanya “profesi kreatif” — ini adalah peran strategis yang membentuk cara brand dilihat, dirasakan, dan diingat. Lulusan Bisnis Digital FEB UNPAS dengan profil ini akan mampu menciptakan narasi yang bukan hanya menjual produk, tetapi juga menggerakkan hati dan pikiran masyarakat.

“Orang-orang tidak membeli apa yang kamu buat; mereka membeli cerita yang kamu ceritakan.”

📖 Referensi:

Bagikan:

Komentar 0

1 + 1 = ? =

Belum ada komentar di artikel ini.

Jadilah yang pertama untuk berbagi pandangan Anda!